BREAKING NEWS

Rabu, 14 April 2021

DISKRIMINASI KAUM PEREMPUAN

 


Pada zaman kolonial belanda, kedudukan seorang perempuan sungguh sangat memprihatinkan mereka sangat buta akan ilmu pengetahuan dan terkengkang akibat kebijakan pihak belanda yang membatasi pendidikan untuk perempuan . Banyak perempuan yang mempunyai wawasan yang tinggi dan memilki kreatifitas akan tetapi mereka hanya memperoleh pendidikan sampai sekolah dasar. Mereka tidak diijinkan sama sekali untuk memperoleh pendidikan tinggi seperti layaknya seorang laki-laki.

Kemudian Kartini seorang perempuan yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dia merasa tidak puas akan hal itu. Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang perempuan. Akhirnya, dia bertekad untuk memperjuangkan hak-hak perempuan agar memperoleh kedudukan yang sama dengan seorang laki-laki dan bertekad untuk memajukan perempuan pribumi.

Keinginan dan ketekatan Kartini yang begitu besar akhirnya dia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi dan sekaligus sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Kartini juga memiliki sebuah buku karangan dengan judul“Door Duisternis tot Litch”(Habis Gelap Terbitlah Terang) yang dibuat oleh teman karibnya Ny. Abendanon dari situ kita juga bisa mengetahui bahwa keinginan Kartini untuk membebaskan kaum perempuan dari diskrimanasi sangat begitu besar dan apa yang terdapat dalam buku tersebut sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan perempuan. Perjuangan Kartini pun akhirnya mebuahkan hasil, dia berhasil mengangkat derajat perempuan seperti layaknya derajat laki-laki. Dan bahkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April di tetapkan sebagai hari Kartini dan diperingati setiap tahunya.

Seiring dengan berkembangnya zaman dan berjalanya waktu perempuan zaman dahulu dengan zaman sekarang sudah berbeda. Perempuan di zaman modernisasi

seperti sekarang ini mereka sudah mendapatkan status sosial seperti layaknya seorang laki-laki. Perempuan mulai bangkit dan berhasil membuktikan bahwasanya keberadaan mereka layak untuk diperhitungkan.

Perempuan di zaman sekarang ini kebanyakan mereka menuntut ilmu sampai dengan pendidikan yang tinggi berbeda dengan perempuan yang terdahulu. Sekarang perempuan zaman modernisasi ini mereka jauh lebih mementingkan karir mereka dan kebanyakan dari mereka tidak ingin berumah tangga di usianya yang masih muda.

Perempuan karir atau bekerja bukan hal yang dianggap unik atau tak biasa lagi seperti zaman dahulu. Ada banyak perempuan yang sukses berkarir bahkan bisa mencapai posisi tertinggi dalam sebuah perusahan atau tempat kerja lainya. Terkadang perempuan jauh lebih tinggi mendapatkan kedudukan daripada seorang laki-laki.

Perempuan harus berwawasan karena dirinya akan menjadi tombak dalam pendidikan keluarga bagi anak-anaknya. Selain perempuan harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang bagus mereka juga harus berwawasan dalam segi kesehatan pengetahuan dalam segi kesehatan, pendidikan, dan lainya. Karena dari ibu yang smart akan terlahir anak-anak yang berwawasan pula.

Perempuan berkarir dan bekerja itu sangat baik dalam sebuah rumah tangga, namun akan lebih baik jika di samping karirnya mereka yang cemerlang itu juga berhasil menjadi ibu buat anak-anak mereka sekaligus istri buat suami mereka. Karena dari hal itu maka rumah akan tercipta rumah tangga yang harmonis. Jadi, menjadi seorang perempuan bukanlah hal yang mudah yang seperti dibayangkan sebelumnya. Ketika mereka ingin melanjutkan hidup dengan pasangan mereka, mereka harus paham betul bagaimana mereka menjadi istri sekaligus ibu yang baik buat mereka. Jika mereka tidak memikirkan terlebih dahulu biasanya hubungan rumah tangga mereka tidak akan bisa harmonis.

Peranan seorang perempuan itu sangat penting dan tidak dapat diabaikan begitu saja. Perempuan adalah sosok yang menjadi tauladan baik di dalam keluarga maupun dia saat di luar atau di masyarakat. Mereka para perempuan di zaman modernisasi seperti sekarang ini sangat dibutuhkan.

Menjadi seorang perempuan itu bukanlah hal yang mudah karena dalam hidup merek banyak sekali tantangan dan juga rintangannya. Banyak kasus belakangan ini masih sering sekali seorang laki-laki melecehkan seorang perempuan bahkan mereka memperkosa dan lain-lainya. Dan terkadang seorang perempuan juga mereka sendiri yang menjatuhkan harga dirinya sendiri demi seorang laki-laki yang dicintainya dan tanpa mereka sadari akibat yang ditimbulkan dari apa yang mereka perbuaat itu dan akhirnya cita-cita mereka dan juga masa depan mereka menjadi hancur berantakan.

Oleh karena itu, kita sebagai perempuan harus berhati-hati dalam memilah-milah pergaulan di zaman modernisasai seperti sekrang ini. Karena pergaulan itu sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Jadi, kita harus memilih pergaulan yang memiliki dampak positif dalam kehidupan kita agar terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan pula.

Dari hal-hal di atas dapat kita ketahui bahwa mereka kaum perempuan harus benar benar pintar dalam meilih pergaulan karena pergaulan juga bisa dikatakan sebagai masa depan kita. Jika pergaulan kita berdampak positif maka akan masa depan kita otomatis akan positif dan bisa mencapai apa yang di cita-citakan. Namun jika pergaulan kita berdampak negatif maka kemungkinan hal tersebut tidak baik buat masa depan kita.

Satu hal yang harus di ingat, yaitu jadilah perempuan yang bisa mencintai dan menghargai diri sendiri. Dan belajarlah dari perjuangan seorang ibu Raden Adjeng Kartini yang bersusah payah memperjuangkan seorang perempuan. Sebagai pribadi dengan jiwa Kartini, usahakan untuk menjadi pribadi yang lebih tegas, perhatian, penuh semangat, rela berkorban juga berkenan berpendapat serta menerima nasehat.

ERISA NURUL AULIA PUTRI ( PAC IPNU IPPNU Kec. Gurah )

Share this:

1 komentar :

  1. ayukkk kita jaga martabat perempuan.. jangan biarkan kaum adam semena² dg kita

    BalasHapus

 
Copyright © 2014 PC IPNU IPPNU KAB. KEDIRI. Designed by Ragiel Boy's Group