BREAKING NEWS

Jumat, 03 April 2020

Waspada atau Celaka Covid 19





Sahabat muslim yang dirahmati Allah. Tahukah kalian musibah yang menyerang hampir seluruh belahan dunia pada akhir 2019 hingga saat ini? Ya, itu adalah wabah COVID-19 atau yang biasa dikenal masyarakat virus corona.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), virus corona adalah kelompok virus yang umumnya menjangkit hewan. Hanya saja dalam kasus yang jarang terjadi dapat ditularkan dari hewan ke manusia seperti yang terjadi di Wuhan, China.
WHO menyatakan bahwa virus ini dapat menyebar melalui kontak manusia dengan hewan dan manusia dengan manusia. Virus ini biasanya menyerang saluran pernafasan, mirip dengan flu biasa namun jika tidak segera diatasi dapat berujung kematian, terlebih pada pasien yang memiliki penyakit bawaan. Adapun gejala yang muncul meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Namun yang membedakan dengan penyakit lainnya adalah waktu serangan atau masa inkubasinya yang lebih lama, yaitu mencapai 14 hari.
Lantas bagaimana kita sebagai seorang muslim menyikapi hal ini? Tentunya harus ada batasan-batasan syariat. Inilah keindahan dan kesempurnaan Agama Islam, dalam mengatur bagaimana umatnya harus bersikap, bukan hanya dengan ukuran akal melainkan tetap berpegang teguh pada prinsip ketuhanan.
1.      Tawakal
Tawakal adalah tahapan ketika seorang hamba telah melalui vase ikhtiar (usaha). Salah satu bentuk ikhtiar adalah dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah, mencuci tangan pakai sabun, dan lain sebagainya. Setelah melakukan usaha tersebut, barulah kita serahkan hasilnya kepada Sang Pencipta dan Pengatur yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Sebagaimana yang diterangkan dalam QS. Yusuf : 67 sebagai berikut:
 
   وَقَالَ يَٰبَنِىَّ لَا تَدْخُلُوا۟ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ وَٱدْخُلُوا۟ مِنْ أَبْوَٰبٍ مُّتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ



Dan Ya'qub berkata: "Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; Namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah. keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri".

2.      Perkuat diri dengan dzikir
Memperbanyak dzikir dapat menjadikan hati tenang. Selain sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdzikir juga mampu mengurangi kegundahan atas terjadinya pandemi COVID 19. Salah satu perintah berdzikir terdapat dalam QS. Al-Muzzammil: 8 sebagai berikut:

وَٱذْكُرِ ٱسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا
                      sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

3.      Bijak dalam menyaring berita atau tidak mudah percaya berita hoax
Mewabahnya virus COVID 19 ternyata juga menambah banyaknya berita HOAX yang beredar di sekitar kita. Banyaknya berita yang beredar harus disaring terlebih dahulu dan dipastikan kebenarannya. Jangan sampai berita yang diterima serta merta di-share tanpa disaring. Jika berita itu tidak benar (HOAX) justru akan menambah kepanikan masyarakat.
4.      Sabar dan tidak panik.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
  
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan menguji suatu kaum yang tidak mampu mereka jalani. Sebagaimana yang dituturkan oleh pakar kesehatan bahwa  wabah COVID 19 ini merupakan salah satu bentuk penyakit pernafasan yang menyerang ketika imunitas tubuh seseorang turun. Dengan demikian sabar dan tidak panik berlebihan merupakan salah satu cara untuk menjaga imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Ke-empat prinsip tersebut haruslah dipegang teguh untuk menguatkan hati dalam menghadapi pandemi virus COVID 19. 
Oleh karena itu, kita sebagai kader IPNU IPPNU yang beriman senantiasa melakukan introspeksi diri dan mengikuti anjuran pemerintah. Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi usaha terbaik kita serta menambah kedekatan diri kepada Allah. Semoga wabah ini akan segera berlalu. Aamiin (Tik, Rah, Chus)

Share this:

1 komentar :

 
Copyright © 2014 PC IPNU IPPNU KAB. KEDIRI. Designed by Ragiel Boy's Group