BREAKING NEWS

Selasa, 18 Desember 2018

Road Show ASWAJA PC IPNU-IPPNU Kab.Kediri








Road Show ASWAJA PC IPNU-IPPNU Kab.Kediri
Salah satu program Departemen Dakwah PC IPNU-IPPNU Kab. Kediri guna menambah dan memperdalam Aqidah Aswaja para kader IPNU-IPPNU yang pada kesempatan kali ini bertempat di KORCAM UTARA tepatnya di Masjid Miftahul Huda Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul.
Pada kesempatan ini kita belajar tentang sejarah aliran islam radikal dan mengapa paham negara khilafah tidak bisa di terapkan di Indonesia, Seperti yang kita tahu bahwa sekarang banyak aliran agama islam yang ingin mendirikan Khilafah di Indonesia, namun sistem itu tak bisa di terapkan di Indonesia, Mengapa,,,?????
Pertama dilihat dari sejarah dan kultur atau budaya negara timur tengah (tempat lahirnya faham faham tersebut) bertolak belakang dengan budaya bangsa Indonesia, dilihat dari perbedaan cara pandang tentang Nilai Kebangsaan, di timur tengah pandangan tentang kebangsaan di bentuk atas dasar faham (yang dipaksakan) negara negara barat, ini dikarenakan bangsa barat yang ingin memecah belah islam (dalam hal ini kerajaan Turki Usmani), agar mereka mudah menguasai kekayaan minyak yang ada di timur tengah.
Bangsa barat memecah belah islam (dalam hal ini kekhalifahan Turki Usmani) dengan menggunakan simbol simbol islam itu sendiri, dan munculah beberapa kelompok radikalis yang muncul dengan semboyan kembali ke Al Qur’an dan Al Hadist untuk memperoleh simpati atau dukungan masyarakat, dan cara itu berhasil dengan mempolitisi agama dan menggunakan simbol simbol islam mereka berhasil memecah belah kerajaan Turki Usmani menjadi Negara Negara Kecil yang sekarang Ada di Timur Tengah.
Berbeda dengan di Indonesia paham Nasionalisme kita adalah keinginan dari bansa Indonesia Itu Sendiri, kalau di timur tengah paham nasionalisme di bentuk dari yang mulanya satu (ke khalifahan turki usmani) di pecah menjadi negara negara kecil. Sedangkan di Indonesia paham nasionalisme lahir dari keinginan untuk menyatukan negara negara kecil (kesultanan) menjadi satu yakni Negara Kesatuan republik Indonesia. Dari sini terlihat bahwa paham Khilafah memang tidak cocok di terapkan di Indonesia
Kedua sistem khilafah menginginkan di terapkanya hukum syariat islam kepada semua warga negara, seperti yang kita tahu bahwa negara Indonesia itu adalah negara kesepakatan yang didirikan untuk semua Suku,Bangsa dan Agama jadi tidak cocok jika di terapkan sistem khilafah (walaupun sistem yang ada di Indonesia ini berdasarkan syariat Islam dalam bentuk Pancasila. Jadi jelas bahwa khilafah tak bisa di terapkan di Nusantara karena memang kultur dan budaya kita berbeda dengan negara negara timur Tengah
Karena pada dasarnya Islam itu menyempurnakan Akal dan Fitroh Manusia, menguatkan dan meluruskan adat dan budaya suatu Bangsa, Islam itu Menghargai dan dapat menyatu dengan budaya bukan menghilangkan budaya tersebut.
“Kajian Aswaja Roadshow Aswaja PC IPNU-IPPNU Kabupaten Kediri 18 Nopember 2018”
Narasumber : Kyai.Aftom Baidlowi (Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec.Kayen Kidul)

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 PC IPNU IPPNU KAB. KEDIRI. Designed by Ragiel Boy's Group